Dari Tangisan Kekecewaan di Kiev Hingga Menjadi Penantang Juara Di EPL


(Perjalanan Klopp Membangun Kekuatan Dirinya dan Liverpool)




Mungkin malam final Liga Champion Tahun 2018 yang lalu adalah salah satu malam yang tak terlupakan bagi Jurgen Klopp, bukan saja sepanjang karir kepelatihannya tetapi juga sepanjang hidupnya.  Kekalahan Liverpool dari Real Madrid malam itu menyisakan banyak momen yang menunjukkan Klopp memiliki hati yang lembut dan tidak sesangar wajahnya pada saat sedang marah. Tulisan ini bukan untuk mengorek luka lama pada malam itu.  Tetapi untuk mempertautkan benang merah atas apa yang telah dilakukan Klopp dan Liverpool sampai musim ini.  Tulisan ini adalah analisa bebas yang merujuk dari sebuah Tulisan #MelissaReddy : “ From Tears in Kiev to Title Challengers “.

Beberapa menit sebelum pluit panjang dibunyikan sebagai tanda berakhirnya pertandingan final Liga Champion pada malam itu Jurgen Klopp melihat seisi stadion.  Pandangannya mengarah kepada ribuan penonton fans Liverpool yang tiada henti bersorak memberikan semangat kepada skuad Liverpool malam itu. Dalam hatinya, Jurgen Klopp sampai berkata-kata sendiri bagaimana mungkin sampai dirinya telah memberikan kekecewaan yang luar biasa pada banyak fans di stadion tersebut bahkan jutaan fans Liverpool di seluruh dunia.  Hatinya tak sanggup untuk memaafkan dirinya sendiri.  Klopp hampir menangis malam itu. Pluit berbunyi. Pertandingan usai. Seperti biasa Klopp berjalan memeluk satu demi satu pemain Liverpool.  Di sudut lapangan Klopp tahu, Karius sudah berurai air mata untuk meminta maaf kepada para fans karena dua blunder fatal yang dibuatnya.

Klopp sengaja tak mendekati Karius agar dia bebas mengungkapkan penyesalannya. Klopp lalu bertemu Mohamed Salah yang tengah memegang bahu yang sakit, Klopp memeluk Salah, Klopp tahu dirinya sudah tidak kuat menahan tangis. Salah berkata : “ Boss, mungkin bahuku patah”. Klopp tak sanggup berkata apapun, dia memeluk Salah dan menangis. Entah apa yang dirasakan Klopp malam itu.  Dia menyalahkan dirinya sendiri. Lalu dia melihat ke kursi tribun dimana Istrinya Ulla tengah memeluk Ibunda Karius yang malam itu hadir ke stadion dan Klopp menyaksikan Ibu Karius menangis sambil dipeluk dan dibujuk serta dikuatkan oleh Ulla.  Ibu Karius menangis hebat menyaksikan anak lelakinya sampai harus menangis meminta maaf di lapangan.  Momen itu membuat Klopp mati-matian menahan tangisnya.  Dia tahu, malam itu, semua tangisan itu, dirinyalah penyebabnya. Klopp pun kembali menyalahkan dirinya sendiri. Kiev terlalu kejam bagi Klopp malam itu.
Lalu Klopp berjalan kearah lorong pemain, dia tiba-tiba bertemu Oxlade yang memapah kakinya dengan krug penyangga, Oxlade menangis dalam pelukan Klopp sambil mengatakan dirinya tak mampu menolong tim ini karena sudah cedera sebelumnya.  Klopp menguatkan Oxlade atau lebih tepatnya Klopp menguatkan dirinya sendiri. Bagi Klopp malam itu, waktu berjalan sangat lamban.  Dia belum pernah rasanya sekecewa malam itu.

Kiev yang kelam itu berlalu.  Entah bagaimana kejadiannya.  Tidak sampai 2x24 jam setelah kekalahan di malam final itu, tiba-tiba dikabarkan Liverpool deal membeli Fabinho dari Monaco. Mungkin setelah final itu Klopp tidak tidur, dia ajak Michel Edwards untuk berdiskusi tentang pemain yang harus dibeli untuk musim ini. Diskusi ini pasti lanjutan renacana sebelumnya, karena siapa pemain yang mau dibeli pasti sudah masuk dalam ruang diskusi.  Tetapi belum menuntaskan kata akhir.
Media pun geger, karena Liverpool membeli pemain bertahan setelah kalah di final.  Banyak pihak mempertanyakan pembelian Fabinho.  Tetapi tak ada hal yang dilakukan Klopp dengan panik dan terburu-buru.  Klopp adalah pribadi elegan yang selalu terukur dalam melakukan apapun. Fabinho pun masuk skuad.  Ternyata Fabinho sudah lama masuk dalam catatan pemandu bakat Liverpool.  Sudah masuk dalam analisa Klopp dan Edwards.  Hanya saja Klopp langsung melakukan deal dan membayar tunai Fabinho di saat orang tengah membicarakan kekalahan Liverpool.

Fabinho memang lamban menyatu dengan akuad Liverpool.  Klopp terus berdiskusi dengan Fabinho. Klopp paham bahwa ada segmen tertentu yang belum terpenuhi oleh Fabinho di awal musim.  Fabinho pun dilatih Spartan yang tidak diketahui banyak orang. Fabinho memperkuat kecepatannya.  Klopp juga melalui pelatih pisik meminta agar Fabinho memperkuat seluruh otot paha dikedua kakinya. Lalu Fabinho melakukan latihan keras untuk peralihan bola dan bergerak, terutama dalam kecepatan bergerak dan membaca situasi. Semua dilakukan Fabinho dan sampai dua bulan penuh setelah musim berjalan, Fabinho belum diturunkan. Betapa sabarnya Klopp dan betapa sabarnya Fabinho.

Kemudian tersiar kabar soal kondisi Karius. Banyak pihak yang menganalisa Karius pada malam final itu. Samppai akhirnya ada diagnosa tentang Karius yang mengalami gegar otak saat malam final itu setelah terjadinya benturan di kepalanya. Jadi ternyata diketahui melalui laporan medis dokter dan tim ahli bahwa dari 30 kriteria diagnosa terjadinya gegar otak pada seseorang setelah benturan keras, ternyata Karius didapati memenuhi 26 kriteria yang terjadi padanya mengapa dia gegar otak.

Karius tidak mau mengungkapkan hal ini pada media, karena pasti media dan fans akan menjadikan diagnosa ini sebagai alibi pembelaan atas blundernya dia di malam final itu. Lalu Klopp meminta agar Karius berterus terang saja ke media, apapun dampaknya media nantinya. Itulah kemudian yang kita ketahui berita terjadinya gegar otak pada Karius.

Jurgen Klopp tidak berhenti membeli pemain. Ada beberapa nama yang sampai dalam pembahasan tingkat akhir untuk posisi gelandang serang. Klopp membuat kriteria pemain yang dinginkannya sampai detail soal prilaku dan sikap serta pemikiran si pemain di ruang ganti. Bayangkan, Klopp sampai memasukkan kriteria bagaimana sikap dan pemikiran pemain di ruang ganti klubnya saat dia mau membeli si pemain. Maka ditahap akhir ada nama-nama Fekir, Pulisic dan Shaqiri. Klopp, Edwards dan Mike Gordon yang merupakan perwakilan Owners yang langsung terlibat dalam kebijakan klub Liverpool. Fekir sudah sampai tahap pemeriksaan kesehatan. Ditahap pelaporan tim medis kepada Klopp, Edwards dan Gordon, ada catatan bahwa saat itu Fekir sehat. Tetapi bekas cedera pada lutut Fekir adalah cedera kambuhan.  Artinya dimasa depan, cedera lutut tersebut akan memberikan dampak negative bagi klub karena sangat besar kemungkinannya Fekir akan mengalami kembuh cedera tersebut.  Maka akhirnya klub secara teknis menyatakan Fekir tidak lolos medical test.

Pembahasan Pulisic lebih cair karena Klopp mengenali dengan baik siapa Pulisic.  Ada beberapa kriteria yang sulit dipenuhi Pulisic.  Bahwa Pulisic diyakini akan sulit memenuhi kekuatan dan kecepatan yang dibutuhkan Klopp sepanjang musim. Karakter permainan Pulisic juga dinilai Klopp sebagai hal yang sulit memenuhi syarat yang diminta Klopp. Maka Pulisic pun tidak masuk hitungan untuk dibeli.

Shaqiri secara teknis memenuhi semua kriteria yang diminta Klopp. Pengamatan Klopp dan tim pemandu juga sama. Tetapi waktu itu ada issu yang “memberatkan” Shaqiri. Issu itu adalah soal sikap dan prilaku Shaqiri baik di ruang ganti dan terhadap pelatihnya saat di Bayern Munchen yang menyebabkan Munchen menjual Shaqiri keluar dari Munchen. Lalu Klopp memanggil Mona si cantik ahli gizi Liverpool dan juga memanggil Kornmeyer ahli kebugaran pisik Liverpool.  Kedua staf Jurgen Klopp ini adalah mantan staf di Bayern Munchen.  Keduanya memberi analisa bahwa Shaqiri tidaklah seburuk apa yang digemborkan di media.  Shaqiri pemain yang baik dan tidak sulit untuk diarahkan oleh pelaihnya.  Mike Gordon sendiri menyatakan bahwa Owners sangat percaya dengan semua pemain yang dibeli dan akan dibeli Jurgen Klopp.  Karena Klopp membuktikan bahwa semua pemain hasil pembelian Klopp dinilai berkualitas.  Maka akhirnya Shaqiri lah yang dipilih untuk dibeli, maka Edwards pun segera menindaklanjuti pembelian Shaqiri.

Setelah Shaqiri selesai, Klopp melanjutkan pembelian  pemain, kali ini untuk posisi penjaga gawang.



Analisanya begini, ada 3 nama yang masuk kriteria awal untuk dimatangkan, Alisson, Kepa dan Oblak.  Oblak dinilai waktu itu tidak masuk akal dalam bisnis pembelian karena klausul pelepasannya mencapai 100 juta Euro. Semua hal terpenuhi tetapi harga Oblak disepakati terlalu berlebihan. Kemudian Kepa, dari segi pengalaman Kepa dinilai masih kalah dibanding Oblak dan Alisson.  Gaya permainan sebagai penjaga gawang juga Klopp lebih menyukai Alisson. Maka Kepa pun akhirnya tersingkir. Alisson walau dimusim sebelumnya Liverpool sempat memborbardir gawangnya dengan 5 gol saat Alisson masih berbaju Roma, tapi Klopp meyakini itu bukan kesalahan teknis Alisson tetapi lebih dari system pertahanan Roma yang buruk.  Karena gol-gol Liverpool bisa dieliminir jika system pertahanan Roma tidak tanggung dan oraganisasinya rapi.  Kata akhir, Alisson dibeli berapapun harganya. Gordon menyiapkan dananya.

Jurgen Klopp membangun impiannya. Dia tidak membeli pemain top dunia hanya untuk menyeka air matanya saat di malam final yang kelam itu. Klopp hanya meminta pemain yang dibutuhkannya.  Setelah Van Dijk bergabung dan Keita juga sudah langsung bergabung karena sudah sepakat dimusim sebelumnya. Maka Klopp memulai rencananya. Skema permainan diracik setelah pemain yang dibutuhkan masuk. Klopp, Krawitz dan Ljinders “membedah” satu demi satu pemain baru tersebut.  Klopp tidak serta merta semua pemain baru berganung dalam starting secara bersamaan.  Semua dicoba dalam skema berbeda,  Alisson dan Van Dijk adalah benang merah yang menguatkan system karena selama ini Liverpool tidak memiliki kekuatan di dua jalur system pertahanan itu.  Setelah Van Dijk dan Alisson menyatu, dengan ajaibnya Robertson dan TAA bahkan Gomez menjadi bagian kekuatan yang menyatu begitu kuatnya. System dibangun dengan fondasi kekuatan lini pertahanan, sehingga Klopp lebih mudah menyatukan ke lini tengah dan lini depan.

Jurgen Klopp selalu mengingat malam di Kiev itu. Semangat itu dia bawa ke ruang ganti. Di setiap game musim ini, Klopp selalu menyatakan bahwa lakukan segalanya dengan kemampuan kalian agar tim ini menang. Klopp digambarkan tidak pernah peduli apakah Liverpool sedang unggul atau sedang tertinggal skor, selalu Klopp meminta dengan keras, menangkan pertandingan, menangkan.

Klopp mengatakan bahwa jika dimusim-musim sebelumnya para pemain jika sedang menang selalu menyatakan : “ wahh..kenapa kita bisa menang yaa. Apa yang telah kita lakukan sehingga kita memenangkan game malam ini…”. Jurgen Klopp tidak lagi mau dengar ada perbincangan seperti itu.  Klopp menegaskan bahwa :…”kalian memang pantas menang, kalian sangat kuat dan harus kuat.” selalu sedemikian itu lah gambaran Klopp diruang ganti. Klopp tidak lagi peduli dengan permainan indah, baginya menang jauh lebih penting dibanding permainan.  Jika menang dengan permainan indah, itu sebuah bonus besar. Seluruh pemain diubah mindset nya musim ini.  Semua pemain harus secara rill menyadari bahwa mereka kuat, mereka tangguh. Semua skema yang telah dijabarkan dalam latihan untuk setiap akan menghadapi sebuah klub harus dijabarkan dengan baik di lapangan.

Klopp menyadari, betapa sakitnya kekecewaan apalagi harus memikul kekecewaan jutaan orang. Klopp memulainya kembali musim ini, dia jabarkan kembali seluruh impian dan tekadnya untuk membentuk sebuah tim yang bukan saja tangguh karena bakat pemain, tetapi juga tangguh karena kekuatan taktik dan strategi yang dipersiapkan dengan terukur, dengan cerdas. Kekuatan pisik pemain dibangun kembali secara Spartan.  Semua pemain yang cedera diupayakan untuk segera pulih lebih cepat.  Klopp tidak mau mengulangi kesalahan musim-musim lalu.

Kini Liverpool sementara berada di puncak klasmen untuk menjadi salah satu kandidat juara EPL musim ini. Ini bukan tidak menggunakan perhitungan matang.  Kekalahan dan hasil draw musim lalu dikaji ulang, detail. Jadi ketika Liverpool saat ini ada dipuncak klasmen adalah harga yang harus ditebus Liverpool.  Hanya juara EPL inilah mungkin yang bisa menyeka air matanya di Kiev itu.  Klopp tahu benar rasa sakit malam itu.  Dia tahu benar betapa perihnya hati Ibunda Karius, hati Mohamed Salah dan juga perasaan kecewa Oxlade yang harus memapah kakinya yang telah cedera parah. Klopp membangun kesadaran untuk memperbaiki kesalahan dari sakitnya kekecewaan. Dia tidak marah dengan Real Madrid, tetapi dia marah dengan dirinya sendiri sebagai tanggung jawabnya sebagai pelatih.

Saya yakin, jika Liverpool bisa menjadi Juara musim ini, maka Klopp adalah orang pertama yang kembali akan menangis di Anfield. Menangis bahagia dari perihnya kekalahan di Kiev.

#BungKoes
#YNWA
#2019GantiJawara
#MERSEYSIDEMAUJUARA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan trik Lolos Screening Turnitin. (Cara Halus)

Tips dan Trik "Nakal" Agar Lolos Scan Turnitin

Mulai pesimis? Mari kita sejenak mengingat apa yang dikata Klopp ketika pertama kali datang