Perang Urat Syaraf (The Mind Game) Gaya Klopp



Jurgen Klopp mau diakui atau tidak, telah memainkan perang dalam bentuk lain. Tujuannya sudah tentu ke Manchester City dan Pep Guardiola. Tidak dapat dipungkiri bahwa sudah menjadi karakter pribadi Klopp yang tidak pelit untuk memuji klub lain atau orang lain yang dianggapnya memang luar biasa. Klopp memang pribadi yang "humble".

Tetapi apa yang dikemukakan Klopp tadi malam saat konferensi pers menjelang lawan Leicester City terasa ada yang berbeda. Bahasa dengan makna gramatikal yang tersembunyi. Dalam kajian ilmu jurnalistik, pernyataan Klopp tadi malam itu seperti pisau bermata dua. Ungkapan respek tetapi juga sebuah permainan kata-kata yang menusuk.
Mari kita perhatikan, ada dua poin dari pernyataan dalam Pressconf tadi malam yang mau saya analisa.

Pertama:
" Kompetisi terbaik untuk dimenangkan adalah Premier League. Posisi empat besar sangat penting karena hal itu akan menggaransi uang untuk musim selanjutnya. Apa yang dikatakan Pochettino tentang posisi empat besar lebih penting daripada posisi di kompetisi lainnya mungkin banyak yang tidak suka, tapi itu pernyataan yang benar. Memperbaiki sebuah klub sepak bola membutuhkan uang. Kompetisi lain tidak menjanjikan uang yang sama sebagaimana PL. Jika Anda memenangkan satu piala di tahun ini dan finish di urutan ke 8, musim depan sudah tidak ada lagi yang mau membicarakan piala. Di klub seperti Liverpool, kami harus mengejar semuanya. Sangat penting untuk bisa bermain di Liga Champion musim depan ".

Perhatikan kalimat pernyataan Klopp tersebut. Betapa cerdasnya orang ini.  Ada beberapa poin dalam pernyataan diatas :

* Klopp meyakini bahwa juara EPL dan Liga Champion jauh lebih penting ketimbang piala domestik yang lain.
Ini sesungguhnya adalah sindiran untuk City. City mengejar piala Carabao dan FA tapi babak belur di EPL. City sudah kalah 4 kali. Padahal dari segi bisnis lebih berharga EPL. Kenapa demikian, karena akhirnya City memainkan pertandingan sampai 3 kali dalam sepekan. Bahkan ada jadwal EPL City akhirnya diubah karena mereka masih bermain di dua piala itu. Pernyataan Klopp bahwa bahkan 4 besar EPL masih lebih berharga dari piala domestik menggambarkan sebuah pilihan kebijakan bagi klub. Klopp dan FSG pasti sudah diskusi soal prioritas piala mana yang mau dikejar Liverpool. Karena mengejar 4 piala dalam semusim itu hal yang pasti tak terbayangkan oleh Klopp untuk ditempuh. Hampir mustahil. 

*Klopp dengan manisnya meminjam pernyataan Pochettino untuk menyindir Pep dan City. Ini sebuah Mind Game yang kereenn. Kekalahan City justru dialami ketika melawan klub klub yang musim lalu mereka hancurkan. Bahkan Newcastle itu terakhir sekali menang dikandang saat menjamu City terjadi Tahun 2005. Sudah lama sekali.

" Jika Anda memenangkan satu piala di musim ini tapi di EPL Anda finish di rangking 8, musim depan tidak ada lagi orang yang mau bicara soal piala"
Ini mata pisau yang tajam itu !

Kita lihat pernyataan presscon Klopp tadi malam :
"Tentang penjadwalan bermain: Jika kami bisa menang maka kami tidak akan mempedulikan hasil yang lain. Saya mengharapkan City untuk memenangkan setiap pertandingan. Anda harus bisa mengerjakan pekerjaan Anda sendiri jika Anda ingin meraih sesuatu. Konsentrasi kepada tim lain tidak akan membantu. Saya sudah mengharapkan sebelum pertandingan besok kami hanya selisih 1 poin "

Pernyataan yang "humble" bukan ?
*Jadwal sudah saya singgung diatas. Pasti sangat sulit jika harus membagi 4 piala sekaligus.
*Klopp tegas bahwa jika LFC menang di setiap game nya, LFC tidak akan peduli dengan hasil klub lain. → Ini balasan telak dari komentar-komentar Pep dan beberapa pemain City yang intinya mendiskreditkan bahwa Liverpool dalam tekanan yang besar karena posisi kami kejar, kata mereka. Klopp menjawab telak. Tunai.
*Klopp marah ? Oh tidak. Klopp malah berharap City bisa memenangkan game di setiap pertandingan.
→doa yang baik untuk City, bukan? Tapi Klopp sudah bilang dulu bahwa bila LFC menang di setiap pertandingan kami tidak peduli dengan hasil klub lain.

Tapi orang tidak berpikir sampai titik tersebut, malah kebanyakan orang jadi aneh, kenapa Klopp berharap City menang terus. Ini Mind Game Klopp. Cerdas dan friendly.
*Klopp berharap saat kami menghadapi Liecester City selisih poin kami dengan City tinggal 1. → Inilah gaya Klopp. Dia punya cara yang halus untuk melemahkan lawan. Dan kita semua tahu bahwa tadi pagi City terjungkal di St. James Park.
Apakah tulisan saya ini menafikan kebaikan hati Klopp dalam memuji City dan Pep. Oh tidak.



Sebagai penulis dan paham ilmu jurnalistik, saya menelisik bahasa Klopp yang bisa menjebak City karena bisa terlena dengan pujian Klopp. Bahasa Klopp itu memang selalu bagus, dia berbahasa bukan hanya untuk singgah di telinga  orang lain tetapi untuk bersemayam di hati siapapun yang mendengar atau membaca pernyataannya. Keindahan cara Klopp berbahasa itu sudah tingkat "The Class".

Kini sesungguhnya tekanan bukan pada Liverpool. Saat City tadi malam tandang ke Newcastle justru mereka yang  tertekan. Cetak gol mudah saat pertandingan belum 1 menit, ternyata melambungkan kepercayaan diri mereka untuk bisa menang mudah dan telak.  Tapi gol cepat mereka ternyata jadi jebakan yang menyakitkan.

Seusai pertandingan tadi malam, Pep Guardiola bilang ke media :

"Kami rasanya sudah sulit mengejar Liverpool walau kami belum akan menyerah " kata Pep.

Saya yakin, pernyataan ini sama Klopp akan dimasukkan tong sampah. Klopp tahu ini pernyataan yang bisa "berbau busuk".

#KoezArraihan
#30Januari2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips dan trik Lolos Screening Turnitin. (Cara Halus)

Tips dan Trik "Nakal" Agar Lolos Scan Turnitin

Mulai pesimis? Mari kita sejenak mengingat apa yang dikata Klopp ketika pertama kali datang